Sebuah mobil Pick up menabrak para pengendara sepeda dan pejalan kaki Delapan orang telah tewas dan 11 lainnya luka luka
Delapan orang telah tewas dan 11 terluka saat seorang teroris menabrak pesepeda dan pejalan kaki di New York.
Pengemudi itu memasuki jalur khusus di West Side sekitar pukul 3 sore saat kota tersebut sedang mempersiapkan parade Halloween-nya.
Kemudian, truk pick-up tersebut, menabrak puluhan orang dan berakhir dengan menabrak sebuah bus sekolah.
Seorang pria dengan jaket merah dan biru lalu turun dari truk dan berlari mengelilingi jalan, melepaskan dua senjata mainan dan meneriakkan 'Allahua Akbar.
Saksi mata mengatakan pada awalnya mereka mengira ini adalah aksi Halloween sebelum petugas NYPD melepaskan tembakan.
Kini tersangka, yang telah diketahui identitasnya tersebut bernama Sayfullo Saipov yang berusia 29 tahun, berada di rumah sakit setelah tertembak di perutnya.
Saipov berasal dari Uzbekistan dan datang ke AS pada tahun 2010, menurut laporan.
Dia memiliki SIM Florida.
Pihak berwenang dengan cepat memastikan bahwa mereka memperlakukan insiden tersebut sebagai tindakan terorisme.
Dalam serangkaian tweet, Presiden Donald Trump berkata: "Di NYC, terlihat seperti serangan orang yang sangat sakit dan gila. Penegakan hukum mengikuti ini dengan seksama. NOT IN THE U.S.A.!
"Kita tidak boleh membiarkan ISIS kembali, atau masuk, negara kita setelah mengalahkan mereka di Timur Tengah dan tempat lain.
"Pikiran, bela sungkawa dan doa saya kepada para korban dan keluarga dari serangan teroris New York City. Tuhan dan negara Anda bersamamu!"
Tidak ada korban yang diidentifikasi, namun menteri luar negeri Belgia Didier Reynders memastikan seorang warga Belgia berada di antara mereka.
Tragedi tersebut terjadi tidak jauh dari World Trade Center dimana AS mengalami serangan teror terburuk dalam sejarahnya pada 11 September 2001.
NYPD mengadakan konferensi pers, dua jam setelah kejadian menghebohkan itu.
James O'Neill, Komisaris NYPD menggambarkan insiden tersebut sebagai "tragedi tatanan tertinggi" yang menewaskan orang-orang yang tidak bersalah.
Saksi mata yang merekam kejadian tersebut sempat mengabadikan saat tersangka yang berkeliaran di lokasi kejadian setelah kecelakaan, dipersenjatai dengan senjata palsu tersebut.
Seorang siswa dari SMA Stuyvesant, dekat dengan tempat penembakan tersebut terjadi, mengatakan kepada New York Post: "Apa yang terjadi adalah ada kecelakaan mobil ... dia keluar dari salah satu mobil.
"Dia memiliki dua senjata, dia berlari mengelilingi Chambers dan seseorang mulai mengejarnya. Saya mendengar empat sampai enam tembakan - setiap orang mulai berlari."
Polisi mengatakan satu orang telah ditahan dan tidak ada tersangka lainnya.
Home Depot, yang setara dengan B & Q di AS telah mengkonfirmasi telah menyewa sebuah truk.
Seorang saksi mata berkata, "Saya melihat sebuah truk, sebuah truk pick-up putih, menyusuri jalur sepeda dan orang-orang berlarian."
Saksi lain berkata: "Saya pikir itu adalah lelucon Halloween, saya melihat senapan itu berputar dalam lingkaran dan saya menyadari itu serius."
Michael Corbin, yang bekerja di Dewan Distrik di dekatnya, menambahkan: "Kami semua mendengar tembakan itu, saya mendengar dengan jelas lima tembakan berturut-turut."
Setidaknya satu dari senjata imitasi yang dipegang oleh penyerang diyakini sebagai senjata mainan, kata polisi.
#NYC Truck Rampage





