Vatikan: Seorang Uskup Indonesia mengundurkan diri di bidang keuangan, karena suatu skandal

Seorang uskup Katolik Roma di Indonesia telah mengundurkan diri menyusul laporan bahwa dia memiliki seorang wanita simpanan dan menyedot lebih dari $ 100.000 dana gereja.
Paus Fransiskus pada hari Rabu menerima pengunduran diri Uskup Hubertus Leteng dari Keuskupan Ruteng di Indonesia. Uskup Denpasar, Monsignor Sylvester San, akan menjalankan keuskupan tersebut sampai ditemukan pengganti permanen, kata Vatikan.
Media lokal Indonesia dan agen Ucanews, yang meliput Gereja Katolik di Asia, melaporkan bahwa puluhan imam mengundurkan diri secara massal pada bulan Juni untuk memprotes pemerintahan Leteng.
Vatikan mengirim seorang penyidik ​​untuk menyelidiki tuduhan mereka bahwa Leteng memiliki seorang wanita dan diam-diam meminjam $ 94.000 dari konferensi waligereja Indonesia dan satu lagi $ 30.000 dari keuskupan tanpa memperhitungkannya.
Menurut Ucanews, Leteng mengatakan uang itu digunakan untuk membiayai pendidikan pemuda miskin, meski ia enggan memberikan rincian. Dia menyebut tuduhan bahwa dia memiliki hubungan dengan wanita "fitnah."
Vatikan tidak membahas skandal tersebut atau menjelaskan mengapa Leteng pensiun dini. Keuskupan Ruteng tidak menyebutkan tuduhan dalam pengumuman keberangkatan Leteng pada hari Rabu. Uskup biasanya mengajukan pengunduran diri mereka saat mereka mencapai usia 75. Leteng adalah 58.
Umat ​​Katolik mewakili minoritas di Indonesia, negara berpenduduk Muslim terbesar di dunia. Bangsa ini tetap merupakan rumah bagi sekitar 45 uskup dan 4.900 imam Katolik, menurut statistik Vatikan tahun 2015.
Pengunduran diri Leteng adalah yang terbaru dalam beberapa kasus pembujuk Vatikan - atau dalam beberapa kasus menguatkan - uskup yang dituduh melakukan kesalahan untuk mengundurkan diri. 
Seringkali kasus tersebut tidak diketahui, terutama bila melibatkan kesalahan manajemen internal, karena Vatikan tidak pernah menjelaskan mengapa para uskup meninggalkan jabatan mereka.
Terkadang skandal sudah dikenal. Di Amerika Serikat, dua uskup yang menuduh kasus penganiayaan seksual klerus mengundurkan diri karena tekanan Vatikan pada tahun 2015. Baru-baru ini, uskup agung Guam dipaksa untuk keluar setelah diadili di Vatikan karena diduga melakukan pelecehan seksual terhadap anak laki-laki. Sebuah keputusan dalam kasus itu diharapkan segera.