Thailand : Mempersiapkan Upacara Pemakaman Raja Bhumibol Adulyadej
Raja Bhumibol Adulyadej telah dirawat di Rumah Sakit Siriraj sejak 3 Oktober 2014. Raja tersebut mengalami demam tinggi karena infeksi darah. Kesehatannya pulih setelah dokter memberikannya antibiotik. Tanggal 28 September 2016, ia mengalami demam tingkat rendah dan pneumonitis.
Dokter
kemudian mengobatinya dengan antibiotik dan hemodialisis menjadi hipotensi.
Kesehatannya kemudian memburuk karena infeksi hati, dan kondisinya belum
stabil.
Pada tanggal 13 Oktober 2016 pukul 15:52 waktu
lokal, Raja Bhumibol Adulyadej meninggal dunia dalam usia 88 tahun di rumah sakit pada pukul 15:52
waktu lokal,seperti yang diumumkan oleh Biro Rumah Tangga Kerajaan pada hari
berikutnya.
Pada 14 Oktober 2016, jenazah raja tersebut dibawah
oleh sebuah autocade dari Rumah Sakit Siriraj Hospital ke Istana Besar.
Jenazahnya meninggalkan Gerbang 8 dari rumah sakit tersebut sekitar pukul
16:30.
Iring-iringan melewati Jalan Arun Ammarin, Jembatan Phra Pin Klao, dan
Jalan Ratchadamnoen, kerumunan warga Thailand, yang kebanyakan memakai baju
hitam dan beberapa menangis, menyatakan bela sungkawa.
Dipimpin oleh Somdet
Phra Wannarat (Chun Brahmagutto), kepala Wihara Wat Bowonniwet, autocade
tersebut memasuki istana melalui Gerbang Thewaphirom.
Setelah datang ke istana,
jenazah tersebut diberi ritual permandian, yang dipimpin oleh putra raja,
Pangeran Mahkota Vajiralongkorn. Peristiwa tersebut disiarkan langsung di televisi
oleh television pool of Thailand.
Masyarakat umum diperbolehkan untuk ikut ritual di depan potret raja di Paviliun Sahathai Samakhom, Istana
Besar pada hari berikutnya.
Pemerintah mendeklarasikan masa berkabung selama
setahun untuk Bhumibol.
Warga negara baru diperbolehkan untuk ikut dalam
"acara-acara kegembiraan" dan hiburan pada 30 hari setelah
kematiannya; akibatnya, sejumlah acara, termasuk olahraga ditunda atau
dilanjutkan pada masa mendatang.
Tempat - tempat hiburan seperti bioskop, klub malam
dan teater mengumumkan bahwa mereka akan tutup atau beroperasi dengan jam yang
dikurangi pada masa tersebut. Masa berkabung juga mempengaruhi industri
pariwisata Thailand, serta menunda acara-acara, yang mengurangi minat untuk
mengunjungi Thailand.
Lapangan publik Sanam Luang akan digunakan sebagai
tempat kremasi, dimana sebuah bangunan krematorium temporer akan dibangun pada
awal 2017 dan akan menghabiskan lebih dari setahun untuk menyelesaikannya.
Pelayat asing yang hadir meliputi:
Negara
|
Jabatan
|
Pelayat
|
Tanggal
|
Perdana Menteri
|
Khalifa bin Salman
Al Khalifa
|
18 Oktober
|
|
Raja Bhutan
|
Jigme Khesar
Namgyel Wangchuck
|
16 Oktober
|
|
Raja Bhutan
|
Jetsun Pema
|
16 Oktober
|
|
Wakil Presiden
|
Li Yuanchao
|
22 Oktober
|
|
Presiden
|
Rodrigo Duterte
|
9 November
|
|
Duta Khusus
Presiden
|
Bala Garba Jahumpa
|
25 Oktober
|
|
Presiden
|
Joko Widodo
|
25 Oktober
|
|
Deputi Perdana
Menteri
|
Tea Banh
|
22 Oktober
|
|
Perdana Menteri
|
Hun Sen
|
22 Oktober
|
|
Perdana Menteri
|
Thongloun Sisoulith
|
24 Oktober
|
|
Raja Lesotho
|
Letsie III
|
2 November
|
|
Perdana Menteri
|
Najib Razak
|
22 Oktober
|
|
Duta Khusus
Presiden
|
Mohamed Saeed
|
21 Oktober
|
|
Presiden
|
Htin Kyaw
|
9 November
|
|
Perdana Menteri
|
Lee Hsien Loong
|
21 Oktober
|
|
Presiden
|
Tony Tan
|
24 Oktober
|
|
Presiden
|
Maithripala
Sirisena
|
30 Oktober
|
|
Perdana Menteri
|
Nguyễn Xuân Phúc
|
28 Oktober
|


