Israel: Pasukan Israel Menghancurkan Desa Badui Palestina untuk yang ke-119
Pasukan
Israel menghancurkan desa Badui Arab al-Araqib di wilayah Naqab (Negev) di
selatan Israel pada hari Selasa untuk yang ke 119 sejak tahun 2010, kantor
berita milik pemerintah Wafa Palestina melaporkan.
Aziz
al-Turi , seorang aktivis lokal, mengatakan kepada Wafa bahwa buldozer Israel
yang disertai oleh pasukan polisi Israel menyerbu desa tersebut dan
menghancurkan rumah sementara "tanpa pertimbangan bagi penduduk mereka,
dan terlepas dari kondisi cuaca buruk," kata laporan tersebut.
"Polisi
(Israel) selalu berusaha untuk memprovokasi kita ... Pembongkaran tidak akan
membuat kita takut dan tidak akan menghalangi kita membangun kembali rumah
kita," katanya.
Pengadilan
Israel memutuskan bulan lalu
bahwa enam warga al-Araqib harus membayar 262.000 shekel (lebih dari $
72.000) untuk biaya pembongkaran sebelumnya, di samping 100.000 shekel ($
27.693) untuk menutupi biaya pengacara negara tersebut. Itu hanya pembayaran
terakhir dimana desa tersebut harus memberi kompensasi kepada Israel untuk
penghancuran rutin di desa tersebut.
Menurut
warga al-Araqib, sebelum keputusan pengadilan terakhir, desa tersebut
diperintahkan untuk membayar lebih dari dua juta shekel (sekitar $ 541.000)
untuk biaya kumulatif pembongkaran paksa Israel yang dilakukan terhadap desa
tersebut sejak 2010.
Al-Araqib
adalah satu dari 35 desa Badui yang dianggap "tidak dikenal" oleh
negara Israel. Menurut Asosiasi Hak Sipil di Israel (ACRI), lebih dari separuh
sekitar 160.000 orang Badui di Negev tinggal di desa-desa yang tidak dikenal.
Desa-desa
Badui yang tidak dikenal didirikan di Negev segera setelah perang Arab-Israel
1948 setelah terciptanya negara Israel.
Banyak
orang Badui dipindahkan secara paksa ke lokasi desa selama periode 17 tahun
ketika orang-orang Palestina di dalam Israel diatur di bawah hukum militer
Israel, yang berakhir tak lama sebelum pengambilalihan militer Israel atas Gaza
dan Tepi Barat, termasuk Yerusalem Timur, pada tahun 1967.
Sekarang
lebih dari 60 tahun kemudian, desa-desa belum dikenali oleh Israel dan hidup di
bawah ancaman pembongkaran dan pemindahan paksa yang konstan.
Kelompok
yang benar mengatakan bahwa pembongkaran desa-desa Badui yang tidak dikenal
merupakan kebijakan sentral Israel yang
bertujuan untuk menyingkirkan penduduk asli Palestina dari Tanah Negeb dan memindahkan mereka ke
kota-kota yang dikategorikan pemerintah untuk memberi ruang bagi perluasan
komunitas Yahudi Israel.
© Ma'an news , Ma'an News Agency , 2017

